TRANSATU, ID - Jawa Timur adalah salah satu lokomotif ekonomi nasional. Nilai investasinya terus meningkat, industrinya tumbuh, sektor pertanian dan perdagangan menjadi penyangga ekonomi Indonesia. Namun, di balik geliat pembangunan itu, Jawa Timur justru berkali-kali menjadi panggung berbagai perkara korupsi yang menggerus kepercayaan publik.
Berbagai kasus Korupsi yang menjerat, bukan semerta-merta tindakan individu yang menyalahgunakan jabatan. Hampir setiap tahun publik disuguhi perkara baru, mulai dari korupsi dana hibah, proyek infrastruktur, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran operasional lembaga milik pemerintah.
Kasus terbaru yang menyita perhatian adalah dugaan korupsi pengelolaan keuangan di Kebun Binatang Surabaya. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya sebagai tersangka atas dugaan penyimpangan anggaran yang menurut hasil perhitungan sementara BPKP mencapai sekitar Rp10,2 miliar.
Penyidik menduga sebagian besar dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, sementara anggaran yang semestinya dialokasikan untuk pakan dan perawatan satwa justru dimanipulasi. Akibatnya, berdasarkan keterangan Kejati, sejumlah satwa dilaporkan mengalami kondisi kurus, kurang sehat, bahkan ada yang mati akibat kualitas perawatan yang menurun.
Temuan ini menyisakan luka moral yang lumpuh. Soal korupsi sudah seperti merampas hak manusia, bahkan menyentuh makhluk hidup yang sepenuhnya bergantung pada tanggung jawab manusia. Namun, lanskap korupsi Jawa Timur tidak berhenti di sana.
