Publik pun menilai, kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan tata kelola organisasi olahraga di tingkat daerah. Banyak pihak mendesak agar PSSI Jawa Timur dan Pemkab Pamekasan turun tangan menelusuri dugaan jual-beli lisensi klub daerah agar tidak kembali terulang di masa mendatang.