Dalam ceramahnya, Kiai Ghazi mengingatkan jemaah bahwa peringatan Maulid Nabi setiap bulan Rabiul Awal memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar perayaan.
Menurutnya, Maulid merupakan momentum untuk meneguhkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Salah satu bentuk kecintaan tersebut dapat diwujudkan dengan memperbanyak mengingat Nabi dan membaca selawat.
Kiai Ghazi juga mengajak jemaah meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak ilmu. Ia mengingatkan bahwa kehidupan seorang muslim tidak terlepas dari berbagai ujian sehingga membutuhkan kesabaran sekaligus rasa syukur.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan dua tingkatan kesabaran, yakni shobir dan shobur. Sementara dalam konteks bersyukur, ia mengenalkan istilah syakir dan syakur.
Syakir merupakan sikap bersyukur atas nikmat yang masih dimiliki. Sedangkan syakur merupakan sikap tetap bersyukur ketika nikmat tersebut telah hilang.