Sementara itu, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, Dr. H. Mardiyono, mengatakan, kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bentuk memenuhi undangan sekaligus momentum untuk mempererat silaturahmi dengan para kiai dan masyarakat Madura.
Menurut dia, peringatan Maulid Nabi dan haul bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mengenang jasa serta keteladanan para guru.
"Nilai-nilai keteladanan dari para guru harus terus kita jaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.
Selain mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai keagamaan, Mardiyono juga berpesan agar persatuan dan kerukunan terus dijaga. Masyarakat, kata dia, perlu mewaspadai berbagai isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Ia menilai silaturahmi antarelemen masyarakat menjadi salah satu cara penting untuk menjaga kebersamaan di tengah berbagai dinamika yang terjadi.