"Baru disini saya melihat ada batik yang dibuat dengan cara dikukus," ujar Prof. Yongmun Jeon.

Di sela kegiatan membatik, Prof. Yongmun Jeon mempertanyakan sejauh mana keberadaan geopark memberikan dampak konkret terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

 

Pengelola Batik Srikandi, Meri Diastuti, menegaskan bahwa dampak ekonomi yang dirasakan warga sangat signifikan.

 

"Sangat berdampak. Masyarakat yang terlibat mendapatkan tambahan pemasukan dari hasil penjualan batik ini. Pihak Geopark Merangin dan Universitas Jambi juga banyak memberikan bantuan berupa pelatihan ecoprint hingga pendampingan pemasaran," ujar Meri.

 

Meri menambahkan, tempatnya kini menjadi pusat edukasi bagi PKK, Dekranasda, hingga instansi sekolah. Selain itu, daya tarik kerajinan ini telah mendatangkan wisatawan mancanegara dari berbagai negara, seperti Thailand, Maroko, dan Jepang.

 

Melihat potensi tersebut, Mr. Nicolas Klee melemparkan gagasan untuk memperluas jangkauan promosi ke tingkat internasional melalui program pertukaran budaya.