TRANSATU.ID,PAMEKASAN – Menjelang rotasi dan mutasi jabatan eselon III dan IV, pemerintah kabupaten Pamekasan diterpa kasus dugaan jual beli jabatan.
Gelombang aksi silih berganti ke kantor Bupati Pamekasan menyoroti terjadinya dugaan praktik KKN tersebut, aksi baru-baru ini datang dari aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan, pada jumat (06/02/2026).
Dalam orasinya, Ketua DPC GMNI Pamekasan, Syaifus Syuhada’, mengungkapkan adanya penawaran kepada salah satu ASN untuk menduduki jabatan tertentu dengan meminta kompensasi uang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami punya bukti screenshot chat whatsapp yang bersumber dari salah satu ASN yang tidak mau disebutkan namanya,” ungkapnya.
Aktivis marhaenis tersebut akan berupaya mengumpulkan bukti-bukti petunjuk lainnya. “Kalau bukti sudah lengkap, kita tidak akan datang lagi ke kantor Bupati Pamekasan, tapi ke kantor aparat penegak hukum agar kabupaten Pamekasan bersih dari praktik KKN,” pungkasnya.
Kemudian, Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman mengaku membentuk tim siluman untuk mentracking adanya jual beli jabatan di kepemerintahannya.
“Dari beberapa tim yang disebar, tidak ada satupun yang menemukan jual beli jabatan. Kalau ada bukti, ada nama kita laporkan, bukan ke penegak hukum, laporkan bersama-bersama ke KPK,” tutupnya.







