Bupati Pamekasan Tantang GMNI Laporkan Dugaan Jual Beli Jabatan ke KPK 

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPC GMNI Pamekasan melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Pamekasan, Jumat (06/02/2026).

DPC GMNI Pamekasan melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Pamekasan, Jumat (06/02/2026).

TRANSATU.ID,PAMEKASAN – Menjelang rotasi dan mutasi jabatan eselon III dan IV, pemerintah kabupaten Pamekasan diterpa kasus dugaan jual beli jabatan.

Gelombang aksi silih berganti ke kantor Bupati Pamekasan menyoroti terjadinya dugaan praktik KKN tersebut, aksi baru-baru ini datang dari aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan, pada jumat (06/02/2026).

Baca Juga :  Kades Suka Rejo Laporkan Dua Oknum Wartawan ke Polisi

Dalam orasinya, Ketua DPC GMNI Pamekasan, Syaifus Syuhada’, mengungkapkan adanya penawaran kepada salah satu ASN untuk menduduki jabatan tertentu dengan meminta kompensasi uang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami punya bukti screenshot chat whatsapp yang bersumber dari salah satu ASN yang tidak mau disebutkan namanya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Merk Luxio Premium Beredar Bebas, Bea Cukai Madura Terkesan Mandul

Aktivis marhaenis tersebut akan berupaya mengumpulkan bukti-bukti petunjuk lainnya. “Kalau bukti sudah lengkap, kita tidak akan datang lagi ke kantor Bupati Pamekasan, tapi ke kantor aparat penegak hukum agar kabupaten Pamekasan bersih dari praktik KKN,” pungkasnya.

Kemudian, Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman mengaku membentuk tim siluman untuk mentracking adanya jual beli jabatan di kepemerintahannya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi 6 Proyek, Disdik Pesawaran Dilaporkan DPP KAMPUD ke Kejati Lampung

“Dari beberapa tim yang disebar, tidak ada satupun yang menemukan jual beli jabatan. Kalau ada bukti, ada nama kita laporkan, bukan ke penegak hukum, laporkan bersama-bersama ke KPK,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maraknya PETI di Merangin, DPR RI Jambi Minta Tangkap Penadah Emas Hasil PETI, Bukan Pekerja Saja
Kasus Perusakan Lahan Bulangan Barat Memanas, Kontraktor Tiga Kali Abaikan Panggilan Polisi
Polres Sarolangun Ringkus Pengedar Sabu dan Ekstasi, Barang Bukti Puluhan Gram Diamankan
Nama Yonif dan Dandim Dicatut, Pengusaha Asal Pamekasan Ditipu Rp40 Juta
Kasus PUPR Memanas, PR Paku Alam Mangkir, Polisi Siapkan Pemanggilan Ulang
Kasus Penggelapan Scoopy Naik Penyidikan, Pelaku Hilang Kontak
Polsek Mandiangin Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Buah Sawit, Satu Pelaku Diamankan
Jadi Tersangka Tilep Dana BOS SMA Negeri 6 Merangin, Kepala Sekolah Lama Disebut Terima Rp561 Juta Sebelum Pelantikan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 06:59 WIB

Maraknya PETI di Merangin, DPR RI Jambi Minta Tangkap Penadah Emas Hasil PETI, Bukan Pekerja Saja

Rabu, 8 April 2026 - 10:56 WIB

Kasus Perusakan Lahan Bulangan Barat Memanas, Kontraktor Tiga Kali Abaikan Panggilan Polisi

Rabu, 8 April 2026 - 01:29 WIB

Polres Sarolangun Ringkus Pengedar Sabu dan Ekstasi, Barang Bukti Puluhan Gram Diamankan

Selasa, 7 April 2026 - 00:44 WIB

Nama Yonif dan Dandim Dicatut, Pengusaha Asal Pamekasan Ditipu Rp40 Juta

Senin, 6 April 2026 - 14:25 WIB

Kasus PUPR Memanas, PR Paku Alam Mangkir, Polisi Siapkan Pemanggilan Ulang

Berita Terbaru