Oleh: Wella Sandria, SE., M.Sc

(Akademisi UM Jambi)

 

Pengembangan kawasan wisata berbasis budaya semakin dipandang sebagai salah satu strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya yang dilakukan melalui kajian dampak ekonomi pengembangan UMKM desa pendukung wisata di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.

 

Inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia bersama lembaga akademik menunjukkan adanya kesadaran bahwa sektor pariwisata dan UMKM memiliki hubungan yang erat dalam menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

 

Namun demikian, dari perspektif akademik, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dikritisi agar kajian tersebut benar-benar menghasilkan rekomendasi kebijakan yang efektif dan aplikatif.

 

Pertama, pertumbuhan ekonomi daerah tidak serta-merta terjadi hanya dengan mengembangkan UMKM di kawasan wisata. Dalam banyak kasus pengembangan destinasi wisata budaya di Indonesia, UMKM lokal sering kali hanya menjadi pelengkap aktivitas pariwisata, bukan aktor utama dalam rantai nilai ekonomi.