“Saya berharap kepada warga dan aparat desa, wabil khususnya Kepala Desa Payudan Daleman, topik kehilangan ini sudah terlalu sering terjadi di desa kita. Jadi, semoga dari kejadian ini kepala desa dan aparat pemerintah desa juga memperhatikan keamanan warganya. Ini bukan masalah sepele, mari dorong desa yang aman dan terkendali, mari jaga desa ini agar tetap damai sebagaimana mestinya,” kata Fahrur.
Ia juga meminta agar proses hukum atas laporan tersebut tetap berjalan secara profesional dan tidak membeda-bedakan siapa pun yang nantinya terbukti terlibat.
“Proses hukum harus dilanjut dan tidak boleh tebang pilih, siapapun nantinya yang menjadi tersangka harus dijatuhi hukuman seadil-adilnya,” tegasnya.
Keluarga PR menambahkan, saat kehilangan diketahui, tidak terlihat adanya kerusakan pada tempat penyimpanan perhiasan. Namun, kondisi tersebut belum dapat menjelaskan bagaimana perhiasan itu hilang.
Selain itu, keluarga menyebut sejumlah barang berharga lainnya di rumah tersebut tidak ikut hilang, termasuk barang yang disimpan di kotak penyimpanan berbeda dan uang hasil penjualan tembakau yang berada di bawah kasur kamar.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan mengenai identitas terduga pelaku maupun bukti yang memastikan keterkaitan antara kehilangan perhiasan milik PR dan kejadian lain yang diceritakan warga. Pengungkapan perkara masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.