Merangin – Sejumlah pekerja tambang emas menggunakan dompeng di wilayah Kecamatan Tabir mengaku adanya dugaan pungutan uang keamanan kepada oknum aparat berinisial RK. Setoran yang disebut mencapai Rp1 juta tersebut diduga dilakukan agar aktivitas tambang tetap berjalan dan terhindar dari razia aparat kepolisian.
Salah seorang pekerja dompeng yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pembayaran dilakukan secara rutin setiap awal bulan. Menurut pengakuannya, pekerja menerima pemberitahuan melalui pesan singkat untuk melakukan pembayaran, baik melalui transfer rekening maupun secara langsung.
"Setiap tanggal satu biasanya ada pemberitahuan untuk membayar uang keamanan. Bisa transfer rekening atau setor langsung," ujar sumber tersebut.
Ia juga menyebut bahwa setelah adanya setoran tersebut, aktivitas dompeng di wilayah itu disebut-sebut berjalan aman tanpa adanya razia dari pihak kepolisian. Bahkan, menurutnya, para pekerja percaya aktivitas mereka mendapat perlindungan dari oknum tertentu.
"Sekarang tidak ada razia dari polisi, katanya sudah diamankan, jadi aktivitas berjalan aman," lanjutnya.