Nama Yonif dan Dandim Dicatut, Pengusaha Asal Pamekasan Ditipu Rp40 Juta
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Pamekasan, Transatu – Aksi penipuan dengan mencatut nama institusi militer kembali terjadi. Kali ini, nama satuan TNI hingga pejabat aktif dijadikan alat untuk meyakinkan korban dalam modus pesanan fiktif yang merugikan puluhan juta rupiah.
Korban, Lutfiadi, pengusaha muda asal Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, mengaku ditipu oleh dua orang yang mengaku sebagai staf satuan TNI di Pamekasan serta pihak suplier dari Sampang.
Pelaku pertama mengaku berasal dari Batalyon Infanteri Kompi A Yonif 516 dan menawarkan kerja sama pengadaan barang kebutuhan militer, mulai dari banner, pelumas senjata hingga headset taktis.
Untuk memperkuat aksinya, pelaku menunjukkan dokumen yang mencatut nama satuan TNI serta Komandan Kodim Pasuruan 0819 Letkol Inf Boga Bramiko. Dokumen tersebut belakangan diketahui palsu.
Tak hanya itu, korban juga diarahkan kepada seseorang bernama Kevin yang mengaku sebagai suplier dari perusahaan Sumber Graha Sejahtera di Sampang.
Tanpa curiga, korban kemudian melakukan dua kali transfer. Pertama sebesar Rp10 juta sebagai uang muka pemesanan pelumas. Selanjutnya, korban kembali mentransfer Rp30 juta untuk pengadaan pelumas senjata jenis Ballistol Gunex dan headset taktis militer.
“Transfer Rp10 juta sebagai DP pelumas ke rekening atas nama Kevin Rizki Ananda. Kemudian transfer lagi Rp30 juta untuk headset taktis,” ujar Lutfiadi, Senin (6/4/2026).
Modus semakin meyakinkan ketika pelaku yang mengaku bernama Rian Pratama menjanjikan korban menjadi vendor tetap pengadaan kebutuhan TNI.
Namun, proyek yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Kecurigaan pun muncul hingga akhirnya korban menyadari telah menjadi korban penipuan dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Pamekasan.
Komandan Polisi Militer Pamekasan, Sudirman, menegaskan bahwa kasus tersebut murni penipuan dengan mencatut nama institusi TNI.
“Korban ini jelas ditipu. Setelah kami lakukan pengecekan, pelaku hanya mencatut nama satuan TNI. Dokumen yang digunakan juga tidak sesuai prosedur resmi. Seharusnya menggunakan stempel komandan, bukan materai. Ini murni penipuan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa mekanisme pengadaan di tubuh TNI tidak melibatkan pihak sembarangan.
“Tidak ada TNI yang melibatkan pihak sipil dalam pengadaan alat seperti itu, karena semua dilakukan melalui mekanisme resmi dari pusat. Selain itu, Yonif 516 juga sudah tidak lagi berada di Pamekasan. Masyarakat harus lebih berhati-hati,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan kasusnya sedang dalam penyelidikan.
“Iya benar ada laporan seorang warga di Pamekasan ditipu mengatasnamakan satuan TNI dan Dandim Pasuruan. Kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap penawaran yang mengatasnamakan institusi, terlebih jika berasal dari nomor baru tanpa verifikasi langsung.
Polsek Sapeken Ringkus Pengedar Sabu, Amankan Barang Bukti Puluhan Gram
Malam Pertama Tidur Rumah Istri di Tabir, Eh Malah Cincin Pengantin Raib Dibawak Malik
Pengusaha Asal Tentenan Barat Diduga Dalangi Peredaran Rokok Ilegal Just Full di Madura