Menurut Ahmad, kualitas makanan dalam program MBG semestinya menjadi perhatian utama. Selain memenuhi unsur gizi, makanan yang dibagikan kepada siswa juga harus dipastikan dalam kondisi baik, aman, dan layak dikonsumsi.
Ia berharap SPPG Palesanggar melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap proses penyediaan makanan, terutama dalam memastikan kualitas bahan makanan hingga sebelum didistribusikan kepada siswa.
“Harapannya SPPG Palesanggar Pegantenan melakukan pembenahan, sehingga menu MBG yang diberikan benar-benar layak dan aman dikonsumsi siswa,” ujarnya.
Keluhan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan menu dan jumlah porsi, tetapi juga memperhatikan kualitas, keamanan pangan, serta kelayakan makanan yang diterima para siswa.
Hingga berita diterbitkan, transatu berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada kepala SPPG Palesanggar, Pegantenan.(*)