JAMBI – Dugaan adanya perbedaan antara sampel pupuk yang diuji dengan pupuk yang diterima kelompok tani di Kabupaten Tebo dalam Program Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus menjadi perhatian publik.

 

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya memperoleh penjelasan dari berbagai pihak terkait, khususnya mengenai mekanisme pengujian sampel, pengadaan, dan distribusi pupuk kepada kelompok tani.

 

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tebo, Heru Purnomo melalui pesan WhatsApp. Namun, sampai berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi. Hal serupa juga terjadi terhadap pihak Sucofindo yang sebelumnya disebut sebagai pihak yang berkaitan dengan proses pengujian mutu pupuk. Pesan konfirmasi yang dikirim media juga belum memperoleh respons yang memuaskan.

 

" Baik pak kami kordinasikan dengan tim yang terkait ya pak,"ujar Hasri, Pimpinan Sucofindo kepada media ini via WhatsApp.

Belum adanya penjelasan dari kedua pihak tersebut membuat berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat belum terjawab, terutama terkait dugaan adanya perbedaan antara sampel pupuk yang diuji dengan pupuk yang kemudian disalurkan kepada kelompok tani.

 

Menanggapi kondisi tersebut, seorang aktivis Jambi menilai sikap diam para pihak justru dapat memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.