MERANGIN, Transatu.id -- Audensi antara Pemerintah Daerah kabupaten Merangin dan Pemuda Pancasila diaula Kantor bupati Merangin bahas truk batu bara arus gunakan jam lewat dan Tonase mobil.
Namun mobil batu bara yang lewat jalan lintas Sumatera banyak merusak jalan nasional kini mulai dirasakan dampak masyarakat luas, belum lagi jarak antar mobil yang selalu padat hingga membuat pengguna marah.
Pemuda Pancasila dikomandoi Hasren, saat orasinya meminta ketegasan pemerintah Merangin untuk membuat peraturan berlaku.
"Pemuda Pancasila banyak mendapat informasi dan keluhan masyarakat banyak iringan mobil batu bara mengunakan tronton sampai melebihi Tonase sampai 34 ton,"ketua PP hasren.
Kita berharap ada keterangan pemerintah dalam penanganan batu baru.
"Kita meminta kepada pemerintah untuk bertindak tegas dalam penanganan batu bara, yg menganggu penguna jalan masyarakat, Bagaimana tata cara batu bara,Mobil vs 8 ton sedangkan tronton 34 ton yang melewati jalan umum,"cetusnya.
Sementara kadis perhubungan Merangin Sarbaini mengungkapkan banyak persoalan didapat dilapangan mobil batu bara melebihi Tonase.
" Kita sudah melakukan kordinasi dengan lantas Harusnya Boleh Tonase 20 ton, jam lewat jam 10 malam sampai 6 pagi,"tegasnya
Sementara itu audensi pemerintah dan pemuda Pancasila berlangsung alot.
Reporter Kholil King
Kadis Dishub Merangin Truk Batu Bara Lewat Lintas Sumatra Tonase Harus Bawah 20 Ton
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Apresiasi Capaian Antrian Online Mobile JKN RSUDMA Sumenep
Lurah Sungai Bengkal Raih Penghargaan Atas Respon Cepat Tangani Rehabilitasi Sosial
Dari Kampung Bersejarah ke Desa Maju, Komitmen Gubernur Al Haris untuk Sekeladi