SAROLANGUN – Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah memberikan ultimatum kepada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap personel Yonif TP 896/Serumpun Pseko yang tengah melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.
Ultimatum tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Forkopimda Kabupaten Sarolangun bersama para Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) yang digelar di Kantor Desa Bukit Suban, Sabtu (29/8/2026).
Rapat tersebut membahas langkah penyelesaian atas permasalahan yang terjadi antara kelompok SAD, personel Yonif TP 896/Serumpun Pseko dan pihak PT. SAL.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sarolangun Geri Trisatwika, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Danbrigif TP 35/Siginjai Kolonel Inf Sutaji, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, Danyon TP 896/Serumpun Pseko Letkol Inf Mansyur Her Alam, unsur Forkopimda, pihak PT. SAL, para Temenggung serta tokoh SAD.
Dalam rapat, Kapolres Sarolangun menjelaskan bahwa permasalahan tersebut berawal dari dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) yang kemudian berkembang menjadi insiden terhadap personel TNI yang sedang menjalankan tugas.
Berdasarkan hasil pendalaman awal, terdapat 20 orang yang diduga terlibat, terdiri dari 19 warga SAD dan satu orang non-SAD.