Transtu.id
Breaking News
Keributan Saat Acara Warga di Pegantenan Berujung Tikaman Pisau PT Cocoman Buka Suara Soal Penggeledahan Kejati Sulteng, Klaim Tak Menambang Sejak 2014 Warga Paksa PT SMM Ditutup : "Lingkungan Kami Jangan Dirusak, Turunkan Kades!" Nama Bayi di Pamekasan Jadi Sorotan, Orang Tua Pilih “Mojtaba Khamenei” sebagai Doa dan Harapan Desak Tangkap Pengusaha PR Subur Jaya, Famas-Mahardika Demo Bea Cukai Jatim Langsung Ke Menkeu RI hingga KPK

Tekan ENTER untuk mencari

Jelajah Kategori
BERANDA Uncategorized Berita Olahraga Politik Peristiwa Advertorial Kesehatan Pendidikan Hukum dan Kriminal Nasional Opini Sosial Ekonomi Pemerintah Pariwisata
Informasi Redaksi
Redaski Tentang Kami Info Iklan Kode Etik Pedoman Media Siber Privacy Policy Disclaimer
I

Official Author

Izzul Muttaqin

7 Berita Terverifikasi
Arsip Berita

Warga Paksa PT SMM Ditutup : "Lingkungan Kami Jangan Dirusak, Turunkan Kades!"

02 Mei 2026

SAROLANGUN, Transatu.id -- Kesabaran warga Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun akhirnya habis.  Baru beberapa bulan beroperasi, PT SMM dipaksa tutup oleh warga,  buntut bau busuk menyengat dan deru mesin yang merampas hak hidup warga. Gerbang pabrik diblokade bambu. Spanduk putih bertuliskan. TUTUP PT.SMM LINGKUNGAN KAMI JANGAN DIRUSAK dan TURUNKAN KADES terbentang, jadi bukti kemarahan yang sudah di ubun-ubun. ''Ini bukan pabrik pak, ini mesin pembunuh senyap! Bau kimia nyegrak masuk rumah tiap malam. Dan Anak - anak merasakan sesak nafas, bahkan kami sempat  lapor ke Desa, namun Kades diam tanpa kata,'' ujar warga  yang rumahnya hanya 300 meter dari PT SMM, Kamis (30/4). *PEMBIARAN SISTEMATIS, DLH & KADES BUNGKAM* Sekretaris PKC PMII Provinsi Jambi, M Subra, yang turun langsung ke lokasi mengecam keras pembiaran ini. “Baru hitungan bulan, tapi daya rusaknya luar biasa. Ini bukti izin lingkungan PT SMM cacat total! Mana AMDAL-nya? Mana pengawasan DLH? Kadis LH Sarolangun ke mana? Hilang ditelan bau busuk PT SMM?”ucapnya. M Subra menyebut spanduk “TURUNKAN KADES” adalah puncak mosi tidak percaya warga. Kades dipilih untuk lindungi rakyat, bukan jadi bemper perusahaan perusak lingkungan. Kalau Kades ikut bungkam, artinya dia bagian dari masalah!M. Subra menuturkan, bahwa pihak  PT SMM mengakui dan kawalahan dalam menangani bau busuk yg sangat menyengat dan suara kebisingan itu, atas jawaban tersebut sekarang warga yang ambil alih keadilan menyegel PT SMM atas nama masyarakat. TUNTUTAN WARGA: TUTUP PERMANEN AUDIT IZIN PT SMM. Manajemen PT SMM saat dihubungi anggota aksi, hanya menjawab singkat, No comment, kami serahkan ke dinas terkait. "PKC PMII Jambi menyatakan akan mengawal kasus ini sampai ke Polda Jambi jika dalam 3x24 jam tidak ada tindakan. Jangan salahkan rakyat kalau hukum rimba yang berlaku karena negara absen," tutup M Subra. Dari polemik PT SMM saat ini, perlunya kehadiran  Negera dalam lingkup warga yang mencari keadilan. Jangan menutup mata, ini semua adalah rakyat mu.  Reporter : Igun Solihin 

Nama Bayi di Pamekasan Jadi Sorotan, Orang Tua Pilih “Mojtaba Khamenei” sebagai Doa dan Harapan

02 Mei 2026

Pamekasan, Transatu - Warga Kabupaten Pamekasan, Madura, dibuat perhatian oleh sebuah peristiwa unik ketika sepasang orang tua memberikan nama anaknya “Mojtaba Khamenei”.  Nama tersebut dipilih karena terinspirasi dari sosok Mojtaba Khamenei yang dikenal di panggung politik internasional. Peristiwa itu terjadi dalam sebuah acara tasyakuran kelahiran sekaligus aqiqah yang digelar secara sederhana pada akhir April 2026.  Dalam kegiatan tersebut, terpampang banner bertuliskan nama lengkap sang bayi, yakni Mojtaba Khamenei Ibnu Taufiq, yang lahir pada 27 April 2026. Orang tua bayi mengaku bahwa keputusan memberi nama tersebut bukan sekadar pilihan biasa. Mereka menyebut sosok Mojtaba Khamenei sebagai figur yang dikagumi karena dinilai memiliki karakter kuat dan berpengaruh di tingkat global. “Nama ini kami pilih bukan tanpa alasan. Kami mengagumi sosoknya yang tegas dan memiliki pengaruh besar,” ujar salah satu anggota keluarga dalam acara tersebut. Ia menambahkan, nama yang diberikan bukan sekadar identitas, melainkan mengandung doa panjang untuk masa depan sang anak.  Harapan besar disematkan agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berilmu. “Ini adalah doa kami sebagai orang tua. Kami berharap anak kami kelak menjadi sosok yang kuat, cerdas, dan membawa manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya. Acara tasyakuran berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga besar dan kerabat dekat. Selain doa bersama, prosesi aqiqah juga dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran buah hati mereka. Fenomena pemberian nama tokoh dunia ini pun menarik perhatian warga sekitar. Sebagian masyarakat menilai hal tersebut sebagai bentuk ekspresi kekaguman terhadap tokoh global, sekaligus simbol harapan orang tua terhadap masa depan anaknya. “Jarang ada yang berani memberi nama seperti itu. Tapi ini menunjukkan harapan besar dari orang tua kepada anaknya,” kata salah seorang warga yang hadir. Di sisi lain, tokoh masyarakat setempat memberikan pandangan yang lebih bijak terkait fenomena tersebut. Ia menekankan bahwa nama hanyalah awal, sementara pendidikan dan pembentukan karakter jauh lebih menentukan. “Nama memang penting sebagai doa, tetapi yang paling utama adalah bagaimana anak itu dididik. Karakter dan akhlak tetap menjadi kunci utama,” tuturnya. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa pemberian nama tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga bisa menjadi refleksi nilai, harapan, dan inspirasi yang dipegang oleh orang tua dalam menyambut kelahiran anak. (*)

Desak Tangkap Pengusaha PR Subur Jaya, Famas-Mahardika Demo Bea Cukai Jatim Langsung Ke Menkeu RI hingga KPK

29 April 2026

PAMEKASAN - Aktivis yang tergabung dalam Front Aksi Massa (Famas) dan Mahasiswa Rakyat Merdeka (Mahardika) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur 1, Rabu 29 April 2026. Puluhan massa dengan memakai pengeras suara mendesak bea cukai untuk menindak PR. Subur Jaya yang diduga telah melakukan peredaran rokok ilegal, pita salah tempel dan penggunaan pita cukai palsu.  Massa aksi tunjukkan sampel rokok yang diproduksi PR Subur Jaya yaitu rokok HJS Mild jenis SKM isi 20 batang ditempel pita SKT, kemudian merek Just Full jenis SKM isi 20 batang tanpa pita cukai, dan Just Mild isi 20 batang dijual tanpa pita cukai Ketua Mahardika Pamekasan, Rachmad Kurnia Irawan, mendesak Bea Cukai Jatim untuk menindak pemilik modal atau pengusaha Subur Jaya,  Haji Junaidi atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukannya selama bertahun-tahun.  "Kami menuntut Ditjen Bea Cukai Jatim I untuk segera melakukan sidak ke gudang rokok PR Subur Jaya HJS di Pamekasan," ujarnya.  Menurutnya, rokok hasil produksi PR Subur Jaya sudah diedarkan secara terang-terangan hingga ke berbagai daerah luar Madura. Meskipun terkadang kena operasi dalam pengiriman, tapi perusahaannya tetap bebas beroperasi.  "Apabila Kanwil Bea Cukai Jatim sama tunduknya dengan Bea Cukai Madura kepada Pengusaha Subur Jaya, maka kami pastikan akan demo berjenjang hingga ke Dirjen Bea Cukai Pusat dan KPK, hukum harus ditegakkan walaupun langit akan runtuh," tegas Iwan.  Komitmen yang sama turut disampaikan Ketua Famas Pamekasan, Abdus Salam Marhaen, bahwa pelanggaran-pelangaran yang diduga dilakukan PR Subur sudah jelas, bukti-bukti sudah ditunjukkan.  Akan tetapi bea cukai tidak melakukan tindakan tegas kepada PR Subur Jaya.  Menurutnya, PR Subur Jaya memang terkesan kebal hukum di Pamekasan, bahkan pernah dengan arogan menggerakkan massa membawa pentungan dan alat membahayakan lainnya untuk menghadang aktivis yang demo terkait pelanggaran perusahaan rokoknya.  "Wibawa negara Bea Cukai Madura dan Kanwil Jatim takluk di ketiak pengusaha PR Subur Jaya," ujarnya.  Bahkan Kanwil Bea Cukai Jatim tidak mau menemui massa aksi. merespons hal itu, mereka berencana melanjutkan aksi ke tingkat pusat.  “Karena tidak ada perwakilan yang menemui kami, kami akan melanjutkan ke Direktorat Jenderal Bea Cukai RI, Kementerian Keuangan, hingga KPK di Jakarta,” pungkasnya. (mank)

Sekdakab Sumenep Hadiri Talkshow Inspiratif Dengan Tema Transformasi Pendidikan 

29 April 2026

Sumenep, Transatu - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Agus Dwi Saputra, menghadiri talkshow inspiratif yang digelar Komunitas Peduli Pendidikan (KPP), berlangsung di HK Resto. Selasa (28/4/2026) kemarin.  Kegiatan yang dirangkai dengan Halalbihalal ini mengangkat tema “Transformasi Pendidikan & Tumbuh Kembang Anak di Era Digital” dan menjadi ruang strategis memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan.  Sekdakab Agus Dwi Saputra mengatakan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi, melainkan harus diiringi perubahan pola pikir yang adaptif.  “Transformasi pendidikan bukan sekadar digitalisasi, tetapi perubahan mindset. Jika pola pikir tidak berubah, maka teknologi tidak akan memberi dampak signifikan,” ungkap Sekda Agus.  Mantan kepala Dinas Pendidikan ini juga menyoroti tantangan yang semakin kompleks dihadapi para guru di era digital. Menurutnya, peran guru kini tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter serta memperkuat literasi peserta didik.  “Guru saat ini memikul tanggung jawab besar, tidak hanya mengajar, tetapi juga membangun karakter, kompetensi, dan literasi anak di tengah derasnya arus informasi,” terangnya.  Agus menambahkan, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi antara sekolah, pemerintah, dan keluarga. Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak agar tidak terjebak pada penggunaan teknologi yang berlebihan.  Dikesempatan tersebut, Ketua KPP Sumenep, Abd Rahman, menilai talkshow ini sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan daerah.  “Talkshow ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi ruang kolaborasi untuk melahirkan gagasan konkret demi kemajuan pendidikan di Sumenep,” ujarmya.  Bahkan , dia menegaskan, KPP berupaya mendorong pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter.  “Kami ingin pendidikan di Sumenep tidak gagap teknologi, namun tetap kokoh dalam menjaga karakter anak. Sinergi semua pihak menjadi kunci utama,” imbuhnya. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, mulai dari literasi digital, pola asuh anak, hingga penguatan karakter di tengah perkembangan teknologi.  Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan langkah nyata dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing di era digital Talkshow dihadiri oleh tenaga pendidik, pemerhati pendidikan, serta masyarakat umum.

PT SMM Sudah di Resmikan Tapi Belum Mengantongi HGB"Kepala BPN/ATR Sarolangun Angkat Bicara

29 April 2026

SAROLANGUN, Transatu.id- PT SMM Sudah Resmi di resmikan Bupati Sarolangun Beberapa hari yang lalu Tapi Aturan Resmi PT.SMM belum sama sekali mengantongi Hak Guna Bangunan( HGB).Selasa 28 April 2026Menurut Jawaban kepala BPN/ATR Kabupaten Sarolangun Dwi Sugiharto saat di wawancarai Media Transatu terkait perihal HGB PT SMM Pihak BPN menyampaikan bahwa PT SMM belum ada Mengantongi Hak Guna Bangunan (HGB) alias belum diterbitkan HGB nya.Kepala BPN/ATR Sarolangun, Dwi Sugiharto menjelaskan sebelum mengajukan atau mengurus HGB ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Adapun Persyaratan tersebut yang pertama, Dokumen Identitas Pemohon (Badan Hukum) akta pendirian dan perubahan terakhir badan hukum (PT/CV). SK sengesahan kemenkumham. Nomor Induk Berusaha (NIB) atau tanda daftar perusahaan (TDP). NPWP perusahaan,Fotokopi KTP Direksi/kuasa hukum,surat kuasa (jika pengurusan dikuasakan)," Jelas DwiDwi menjelaskan Persyaratan yang lain yaitu. Dokumen Tanah, surat permohonan HGB yang ditujukan ke Kepala Kantor Pertanahan setempat (sudah ditandatangani di atas materai),Dasar penguasaan Tanah: Sertifikat Asli (jika jual beli/hibah), akta pemindahan jarak, atau surat pelepasan hak. Surat keterangan riwayat tanah dari kelurahan/desa (jika tanah belum bersertifikat), dan surat pernyataan Penguasaan Fisik bidang tanah (surat pernyataan 12 poin), surat Keterangan Tidak Sengketa dari kelurahan/desa, Peta Bidang Tanah atau sketsa lokasi."bebernya"Ada pun yang dipenuhi selain diatas yaitu, dokumen perizinan pabrik (penting)Kesesuaian Kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) / izin lokasi/rekomendasi tata ruang dari dinas PUPR/tata ruang setempat (memastikan lokasi diperbolehkan untuk industri), persetujuan bangunan gedung (PBG) – dulu IMB.Sertifikat laik fungsi (SLF), bukti lunas PBB tahun berjalan,"Tegas DwiKemudian proses dan prosedur.Pengajuan dokumen diserahkan ke loket Kantor pertanahan (BPN), pengukuran oleh petugas BPN untuk melakukan pengukuran lapangan dan pembuatan surat ukur, serta pemeriksaan oleh panitia pemeriksa tanah A/B akan melakukan pemeriksaan. Lalu, penerbitan SK, SK pemberian HGB diterbitkan, dan BPHTB pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, penerbitan Sertifikat Pencatatan dan penerbitan sertifikat HGB."Memang ada pihak PT tersebut pernah ke BPN untuk mengurus HGB akan tetapi ada beberapa syarat yang belum lengkap dan hal itu harus dilengkapi terlebih dahulu untuk bisa mengurus HGB, untuk PT SMM memang saat ini kami pihak BPN belum ada menerbitkan HGB-nya,"kata kepala BPN Dwi "Kami selaku BPN hanya menunggu saja, kalau semua persyaratan sudah clear alias selesai kami baru bisa menerbitkan dan mengurus HGB-nya, kalau misalkan belum beres persyaratannya yang dibutuhkan untuk mengurus HGB, kami tidak bisa menerbitkan HGB-nya, pasti kami kembalikan kepada PT SMM," Jelasnya.Ada apa dengan Pemda Sarolangun?Dengan gampang memberikan kewenangan kepada pihak PT SMM untuk mendirikan pabrik, sedangkan izin baru ditahap proses.Publik perlu kejelasan dari pihak pemerintah Sarolangun terkait izin yang baru proses dan pabrik sudah peresmian, ada apa dibalik semua ini.Reporter : Igun Solihin

KNPI Pamekasan Minta Tutup Sementara Dapur MBG Tanpa IPAL Standar

29 April 2026

TRANSATU.ID,PAMEKASAN – Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan melakukan audiensi terhadap pemangku program Makan Bergizi Gratis (MBG) setempat, di Ruang Wahana Wicaksana Praja, Selasa, 27 April 2026. Kedatangannya, untuk menanyakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) anaerob-aerob dapur SPPG se-Pamekasan yang menjadi salah satu syarat beroperasi.  “Secara aturan, seharusnya IPAL itu diurus terlebih dahulu lalu Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), baru bisa beroperasi,” kata ketua KNPI Pamekasan, Haidar Ansori.  Namun yang terjadi di Pamekasan saat ini, dapur tidak memiliki IPAL hanya SLHS tapi tetap maksa beroperasi. “Dari 120 dapur yang beroperasi, hanya tujuh yang memiliki IPAL, sisanya tidak ada. Ini kan lucu,” tambahnya.  Aktivis Pergerakan tersebut meminta Korwil MBG Pamekasan agar segera melakukan tindakan kebawah agar dapur di Pamekasan mengurus IPAL tersebut.  “Kalau tetap tidak terselesaikan lebih baik ditutup terlebih dahulu, karena ini menyangkut siswa dan hak orang banyak,” tegas haidar.  Saat menemui audiensi KNPI, Korwil MBG Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menyampaikan, dari total 128 dapur yang ada, telah memiliki IPAL konvensional.  “Cuma terjadi perubahan dapur harus memiliki IPAL anaerob-aerob, itu lagi proses,” tuturnya. Kata Hariyanto, perubahan IPAL konvensional ke IPAL anaerob-aerob atas permintaan Badan Gizi Nasional (BGN). “Dengan adanya perubahan itu kami akan melakukan sosialisasi pada hari kamis, ditunggu saja progresnya,” tutupnya.

Arungi Sungai Deras, Bupati H M Syukur Salurkan Bantuan Banjir

29 April 2026

Bangko-Bupati Merangin H M Syukur bersama rombongan menyalurkan bantuan untuk warga korban banjir, di Desa Rantau Limau Kapas dan Desa Baru Sakai Kecamatan Tiang Pumpung, Selasa (28/4).Untuk mencapai daerah titik banjir di Desa Rantau Limau Kapas, bupati bersama rombongan harus mengarungi sungai yang airnya meliber dan deras, menggunakan lima unit perahu Ketek lewat dibawah jembatan gantung yang lantainya melintir.Tiba di lokasi desa yang bekas dilanda banjir, bupati terlihat sedih menyimpan keprihatian dan duka yang mendalam. Betapa tidak, rumah-rumah warga yang tadinya sempat tenggelam itu, dipenuhi lumpur tebal.Lebih parah lagi, ada lima rumah yang hanyut bersama isinya. Empat rumah yang hanyut itu hancur lebur dan satu rumah masih dalam kondisi utuh bergeser sekitar 20 meter dari lokasi sebenarnya, tersandar di rimbunnya pepohonan.‘’Saya sangat berduka atas musibah ini. Tidak hanya harta benda yang hanyut, tapi juga semua kebutuhan pangannya hanyut, namun untung tidak ada korban jiwa,’’ujar Bupati sembari terus melangkah menapahi jalan berlumpur mengeliling desa tersebut.Bupati melihat sendiri bagaimana bangunan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang baru terendam. Seluruh ruang kelasnya dipenuhi lumpur tebal, sehingga aktivitas belajar mengajar di dua sekolah tersebut lumpuh total.H M Syukur sempat mengunjungi rumah kepala sekolah dasar di desa itu, yang seluruh pakaian kerja dan sepatunya hanyut. ‘’Untuk seragam kerja berikut sepatu ibu akan saya belikan. Terimakasih ibu telah lama mengabdi di sekolah ini,’’kata Bupati.Selanjutnya bupati dan rombongan kembali melangkah menapaki jalan berlumpur dan licin untuk menyerahkan bantuan. Bantuan yang disalurkan bupati berupa kebutuhan rumah tangga, kebutuhan tidur, ada juga tenda, sembako, sampai kebutuhan mandi.Kadis Kominfo Merangin Ahmad Khoiruddin Agung Saputro, juga menyerahkan baju layak pakai yang digalang dari para pegawai Diskominfo Merangin. Kades setempat yang menerima bantuan itu sangat berterimakasih atas semua bantuan yang diberikan.Selanjutnya bupati masih bersama rombongan bergeser ke Desa Baru Sakai juga untuk menyerahkan bantuan. Bupati kembali diperlihatkan dengan pemandangan yang sama, seluruh rumah dan sekolah yang bekas dilanda banjir dipenuhi lumpur.Bupati juga melihat bangunan sekolah dasar 134/VI yang pagar betonnya roboh, sebagian kursi belajarnya hanyut, sebagian lagi berserakan di halaman sekolah berikut buku-buku pelajaran dan dokumen sekolah.Tampak hadir bersama bupati, anggota DPRD Merangin Al Hanim Assodiki, Camat Tiang Pumpung M Tais, Kepala pelaksana BPBD Merangin M Sahiri dan para kepala OPD lainnya.(adv)