“Jalur rempah merupakan ruang tamu dunia yang mempertemukan pedagang dari penjuru Nusantara hingga berbagai belahan dunia untuk bersanding, berkomunikasi dan bernegosiasi secara sejajar. Tepian Sungai Batanghari menjadi saksi kegagahan leluhur Negeri Jambi yang turut bersaing di panggung internasional sejak berabad lalu,” ujar Gubernur Al Haris.

 

Ia menegaskan, sejarah kejayaan jalur rempah harus menjadi sumber kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda Jambi.

 

Menurutnya, leluhur Jambi memiliki kemampuan yang luar biasa dalam perdagangan dan pelayaran, termasuk penguasaan ilmu astronomi, kemampuan berbahasa, bernegosiasi, serta berkolaborasi dengan berbagai kebudayaan.

 

“Jangan hanya melihat Jambi sebagai produsen rempah. Kita harus berbangga bahwa leluhur kita pernah menjadi bagian penting dari jalur perdagangan dunia,” katanya.

 

Gubernur Al Haris berharap Festival Batanghari tidak hanya menjadi agenda budaya dan pariwisata, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan, pengembangan UMKM, industri kreatif, serta pelaku ekonomi lokal.