Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga memuji letak strategis SMA Negeri 1 Muaro Jambi yang dekat dengan sejumlah perguruan tinggi dan infrastruktur transportasi yang sedang berkembang.
Ia menyampaikan informasi tentang rencana pembangunan tol dan jembatan yang akan menghubungkan jalur menuju Merlung, dengan panjang rute sekitar 67 km, yang diharapkan meningkatkan konektivitas daerah dan aksesibilitas pendidikan di masa mendatang.
Gubernur Al Haris menutup sambutannya dengan menyampaikan dukungan kepada tenaga pendidik dan mendorong peningkatan kualitas SDM.
Ia juga menyinggung kemungkinan pengangkatan tenaga pendidik penuh waktu berdasarkan kinerja dan laporan yang baik sebagai bentuk apresiasi dan insentif dari pemerintah daerah.
Pada sesi wawancaranya dengan rekan-rekan media Gubernur Al Haris menyatakan bahwa penyerahan murid baru secara adat di SMA Negeri 1 Muaro Jambi berbeda dan bernilai penting karena melestarikan norma-norma adat lokal. Kegiatan yang telah berlangsung berulang kali itu menunjukkan tradisi adat masih hidup dan relevan sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Pemprov telah menyiapkan muatan lokal berupa pendidikan adat yang akan diajarkan di sekolah sebagai modul, agar siswa sejak dini memahami adat, norma, serta batasan-batasan sosial dan perilaku yang sesuai usia,” ungkap Gubernur Al Haris.
“Dengan pemahaman tersebut, kita berharap generasi muda tidak melakukan pelanggaran norma-norma yang berlaku dan mereka mampu membedakan perilaku yang pantas dan tidak pantas mereka lakukan menurut adat setempat,” pungkasnya.
