Dalam hal ini ada tiga desa ditetapkan sebagai lokus binaan, yakni Desa Ketawang Karay, Bata’al Timur, dan Desa Billapora Barat. Desa-desa tersebut diharapkan menjadi model dalam penguatan sistem data yang dapat direplikasi ke wilayah lain.
Menurutnya, keberhasilan Desa Cantik tidak hanya terletak pada ketersediaan data, tetapi juga pada pemanfaatannya dalam pengambilan keputusan.
“Kita ingin desa tidak lagi mengandalkan asumsi. Semua kebijakan harus berbasis data agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, ia menyebut program ini sebagai pijakan awal menuju desa yang mandiri secara statistik dan mampu bersaing di tengah dinamika pembangunan modern.
“Dengan data yang baik, perencanaan menjadi tepat, pelaksanaan terarah, dan evaluasi jelas. Ini fondasi utama pembangunan berkelanjutan,” tutupnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







