“Data merupakan fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Tanpa data yang valid, pembangunan berpotensi melenceng dari kebutuhan riil masyarakat,” jelasnya.
Bahkan melalui data yang akurat, mutakhir, dan bisa dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama pembangunan. “Tanpa itu, kita seperti berjalan tanpa arah,” terangnya.
Ia juga menyoroti masih adanya keterbatasan di tingkat desa, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pendukung pengelolaan data.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan yang tidak berbasis data valid, dampaknya bisa panjang. Program tidak tepat sasaran, sulit diawasi, dan evaluasinya tidak memiliki dasar yang kuat,” jelasnya.
Maka dari itu melalui program Desa Cantik 2026, pemerintah daerah menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari DPMD, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bappeda, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika, guna memastikan pengelolaan data desa berjalan optimal.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







