Pamekasan, Transatu.id – Serikat Rakyat Pamekasan (SeRaP) memandang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cukup hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada para pelajar. Organisasi tersebut menilai keberhasilan program juga harus terlihat dari tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi daerah.
Ketua SeRaP Pamekasan, Makruf, mengatakan kebutuhan bahan baku dalam Program MBG dapat menjadi peluang bagi sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga pelaku usaha mikro untuk memperluas pasar. Menurutnya, apabila rantai pasok dipenuhi dari daerah sendiri, manfaat ekonomi akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Program ini memiliki peluang besar untuk menghidupkan ekonomi lokal. Karena itu, pelaksanaannya harus memberi ruang bagi produk-produk hasil masyarakat agar menjadi bagian dari rantai pasok MBG," katanya, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan pelaku usaha lokal tidak hanya berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru yang berhubungan dengan distribusi, pengolahan bahan pangan, hingga penyediaan jasa pendukung lainnya.
SeRaP juga menilai sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara program, dan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat MBG tidak berhenti pada aspek pemenuhan gizi. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.