Masyarakat Desa Buddih Kecamatan Arjasa Dikejutkan Dengan Penemuan Mayat
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Transatu.id, SUMENEP - Masyarakat desa Buddih, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura dikejutkan dengan penemuan mayat di pinggir pantai dusun Tembeng desa Buddih. Sabtu (21/12) Sekira pukul 08.00 wib
Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso. S.I.K melalui Kasi Humas AKP Widiarti SH, di rilis group Polres Sumenep menerangkan bahwa penemuan 1 mayat di pinggir pantai desa Buddih berawal dari Ibu Ida sekitar pukul 08.00 wib sedang mencari keong dan ikan di tepi pantai desa Buddih.
"Saat Ibu Ida (51) yang merupakan warga desa Buddih mencari keong dan ikan di pesisir pantai desa Buddih melihat seonggok benda mencurigai sedang mengambang di tepi pantai," menurut keterangan Kasi Humas Widiarti di rilis group. Sabtu (21/12).
Setelah di datangi benda yang dicurigai ternyata seorang mayat. Lalu Ibu Ida memanggil temanda yang berada di sekitarnya Asmanik (49) dan Etti (46) yang sama sama warga desa Buddih.
Ketiga orang yang saat ini menjadi saksi itu melaporkan ke Ibu Zainab (45). "Ibu Zainab melaporkan ke Kepala desa Buddih (Sunanto) tentang penemuan mayat tersebut," ucap Widi.
"Kepala desa Buddih Sunanto langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Kangean," ujarnya
Kemudian Kapolsek Kangean, anggota Koramil Kangean, perangkat Desa Buddih serta petugas Puskesmas berusaha mencari informasi tentang identitas mayat tersebut dengan menghubungi pihak terkait yaitu Basarnas Sumenep, Kasatpol Airud Sumenep, Polres Sumenep, namun belum di temukan adanya identitas kedua mayat tersebut.
Adapun ciri-ciri mayat tersebut yaitu :
Mayat tersebut jenis kelamin laki-laki, memakai kaos warna Hitam Lengan Panjang dan ada tulisan nama Toko ,dan ada motif warna kuning, memakai celana dalam warna hitam, tubuh sudah membengkak, kulit tubuh sebagian mengelupas, wajah bengkak dan rusak, sidik jari tangan dan kaki rusak mengelupas, Rambut sudah tidak ada serta tidak di temukan ciri-ciri khusus dan berbau busuk menyengat.
"Mayat tersebut sudah bengkak dan berbau busuk maka masyarakat berinisiatif akan memakamkan mayat tersebut dipemakaman umum desa Buddih," terangnya.
Diperiksa Bawaslu, Fendi: Ah Bukan Persoalan Serius
Top Up Google Play melalui DIGI by bank bjb, Praktis dan Bisa Bawa Pulang Rewards Jutaan Rupiah
Yenny Wahid dan KH. Saad Ibrahim Hadiri Simposium Moderasi Beragama di UMM