Pada kegiatan kali ini, sebanyak kurang lebih 300 porsi sarapan bergizi dibagikan kepada masyarakat. Hesti Haris menyebutkan bahwa jumlah tersebut dapat terus ditingkatkan apabila dukungan dari para donatur bertambah.
“Kalau memang ada yang ingin memberi lebih, tentu akan kita tambah porsinya. Bahkan ke depan, kita ingin menghamparkan program ini ke beberapa titik lain setelah dilakukan survei agar benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Hesti juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan variasi menu agar masyarakat tidak merasa jenuh. Ia menerima berbagai masukan yang disampaikan, termasuk usulan agar menu dibuat lebih beragam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau setiap hari menunya sama, tentu bisa menimbulkan kebosanan. Maka kita atur variasinya. Misalnya, menu tertentu seperti nasi kuning bisa disajikan secara berkala, mungkin seminggu sekali. Yang terpenting adalah tetap memperhatikan unsur gizi dan kebersihan,” ungkapnya.
Menurut Hesti, perhatian terhadap gizi merupakan bagian penting dari peran PKK dan Posyandu dalam mendukung kesehatan keluarga. Program ini juga menjadi sarana edukasi bahwa sarapan bergizi memiliki peran penting dalam menjaga stamina dan produktivitas masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







