Pengusaha Asal Tentenan Barat Diduga Dalangi Peredaran Rokok Ilegal Just Full di Madura

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penampakan rokok ilegal Just Full

penampakan rokok ilegal Just Full

Pamekasan, Transatu – Peredaran rokok ilegal merek Just Full di Madura kembali memantik perhatian publik. Produk tanpa pita cukai ini diduga kuat dikendalikan oleh seorang pengusaha asal Tentenan Barat, Pamekasan, yang disebut memiliki jaringan luas hingga ke luar Pulau Jawa.

Di pasaran, rokok Just Full beredar bebas baik di toko kelontong maupun penjualan online. Distribusi masif ini menimbulkan tanda tanya besar: bagaimana mungkin bisnis ilegal sebesar itu bisa berjalan tanpa hambatan berarti dari aparat penegak hukum?

Baca Juga :  Kapolres Merangin Komitmen Berantas Pelaku PETI, Camat Kades Sudah Diingatkan

“Yang jadi sasaran razia itu hanya pengecer kecil. Sementara pengusaha besar di balik merek Just Full dibiarkan aman. Ada apa dengan Bea Cukai?” ungkap seorang sumber terpercaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, praktik ini jelas merugikan keuangan negara. Pajak cukai tembakau yang seharusnya menjadi penyumbang besar APBN justru bocor akibat bisnis rokok bodong tersebut.

Baca Juga :  Pasca Demo di Rutan Medaeng, N.G.O Madura Ancam Laporkan Semua Kasus ke Kanwil Menkumham Jatim

“Kalau razia hanya menyasar toko kelontong, sementara produsen tetap beroperasi, itu sama saja menutup mata,” tegasnya.

Masyarakat menilai Bea Cukai Madura harus berani mengambil langkah tegas. Razia tidak cukup berhenti di tingkat pengecer, melainkan harus menyisir langsung ke lokasi produksi.

Baca Juga :  Uji Kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Udayana Bali, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Pariwisata Bali Berkelanjutan

“Kalau dibiarkan, pemerintah justru memperlebar peluang kebocoran negara dan membiarkan pemain besar semakin kebal hukum,” pungkas informan tersebut.

Kini publik menunggu sikap tegas Bea Cukai Madura, apakah berani membongkar jaringan pengusaha asal Tentenan Barat yang diduga berada di balik maraknya peredaran rokok ilegal Just Full.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim : PETI Wilayah Sumatera Kalimantan dan Jawa Capai Rp 992 triliun Hasil Temuan PPATK
Akibat Lemahnya Penindakan Rokok Ilegal, LMB Curigai Bea Cukai Madura Terima Uang Pengamanan
Tausiyah Ramadhan di Balik Jeruji : Membangun Harapan, Menata Masa Depan Yang Lebih Baik Setelah Bebas Nanti
Unit Reskrim Polsek Sarolangun “Serigala Kota” Ungkap Kasus Penggelapan Uang Kredit
Polres Sumenep Amankan Lima Tersangka Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Polres Sumenep Tangani Penemuan Bayi Perempuan di Desa Kolor
Ditreskrimsus Polda Jambi Tangkap Pelaku Pengangkutan BBM Subsidi Ilegal Aktivitas PETI Merangin
Mayat Pria Ditemukan di Kamar Hotel Jecky, Polres Merangin Lakukan Olah TKP Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:19 WIB

Bareskrim : PETI Wilayah Sumatera Kalimantan dan Jawa Capai Rp 992 triliun Hasil Temuan PPATK

Senin, 23 Februari 2026 - 11:30 WIB

Akibat Lemahnya Penindakan Rokok Ilegal, LMB Curigai Bea Cukai Madura Terima Uang Pengamanan

Jumat, 20 Februari 2026 - 03:32 WIB

Tausiyah Ramadhan di Balik Jeruji : Membangun Harapan, Menata Masa Depan Yang Lebih Baik Setelah Bebas Nanti

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:07 WIB

Unit Reskrim Polsek Sarolangun “Serigala Kota” Ungkap Kasus Penggelapan Uang Kredit

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:46 WIB

Polres Sumenep Amankan Lima Tersangka Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Berita Terbaru