Menurutnya, bela negara tidak semata dimaknai sebagai kesiapan mengangkat senjata, tetapi diwujudkan melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, semangat berkarya, dan rasa cinta terhadap Indonesia.

 

"Kami ingin generasi muda memahami bahwa bela negara dimulai dari karakter, kedisiplinan, rasa cinta tanah air, dan kemauan untuk terus berkarya bagi Indonesia," ujar Mayor Aditya.

 

Usai menerima materi, para siswa diajak berkeliling markas untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas prajurit. Mereka menyaksikan demonstrasi kemampuan bela diri, seperti silat dan mixed martial arts (MMA), mengenal perlengkapan militer, hingga mengunjungi sektor pertanian dan peternakan yang dikelola batalyon.

 

Di area pertanian, para siswa memperoleh penjelasan mengenai budidaya tanaman pangan dan hortikultura, mulai dari padi hingga berbagai jenis sayuran. Sementara di sektor peternakan, mereka mempelajari pengelolaan ternak lele, kambing, ayam, bebek, dan sejumlah komoditas lainnya yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan.

 

Mayor Aditya menjelaskan, pembelajaran langsung di lapangan merupakan metode yang efektif untuk memperkenalkan kehidupan prajurit secara utuh. Menurutnya, TNI tidak hanya berperan menjaga pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta pemberdayaan masyarakat.