Pamekasan, Transatu – Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diwarnai sejumlah peristiwa yang menyita perhatian publik dalam sepekan terakhir, awal hingga 8 Oktober 2026. Mulai dari aksi unjuk rasa terkait layanan kesehatan, dugaan kekerasan terhadap santri, dugaan ancaman pembunuhan yang dikaitkan dengan persoalan rokok merek Marbol, hingga aksi pembongkaran bangunan Indomaret di Kecamatan Palengaan.
Empat peristiwa tersebut memiliki persoalan berbeda. Namun, semuanya memunculkan pertanyaan mengenai perlindungan masyarakat, kepastian hukum, kualitas pelayanan publik, serta kemampuan pemerintah dan aparat dalam merespons persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
1. Krisis UHC dan Layanan Kesehatan Picu Aksi Unjuk Rasa
Persoalan akses pelayanan kesehatan menjadi salah satu isu yang mencuat pada awal Oktober 2026. Sejumlah warga dan aktivis menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Monumen Arek Lancor hingga Kantor Bupati Pamekasan pada 1 Oktober 2026.
Massa yang menyuarakan persoalan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas mendesak pemerintah daerah memberikan kepastian akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu yang terkendala status kepesertaan jaminan kesehatan dan persoalan pendataan desil.