“Selama saya hidup di sungai bengkal ini saya belom pernah mijak di sungai bengkal barat. Dimana yg di tuduhkan dgn saya,” tambahnya.
WSN mengaku tuduhan yang mencuat ke publik tersebut telah memberikan dampak psikologis terhadap keluarganya. Menurutnya, sang anak merasa malu untuk bersekolah setelah dugaan kasus itu beredar luas di media sosial.
Merasa nama baiknya dirugikan, WSN menyatakan telah menempuh langkah hukum dengan melaporkan pihak pelapor ke Polres Tebo atas dugaan pencemaran nama baik.
“Saya sudah melapor ke polres bg. Atas pencemaran nama baek. Karna saat ini anak saya yg jadi malu gak mau lanjot sekolah karna di ejek2 anak pencuri sawit itu yg jdi beban berat saya,” tegas WSN. (*)