“Kemarin kami mendengar pihak yang menolak stockpile Aur Kenali. Hari ini kami menerima pandangan berbeda dari pihak yang mendukung, termasuk terkait penyelesaian jalan khusus,” kata Hafiz.

 

Menurut dia, percepatan pembangunan jalan khusus batu bara perlu mendapat perhatian serius. Pandangan kedua kelompok akan menjadi bahan pembahasan DPRD bersama pemerintah daerah.

 

GPS menyebut pembangunan jalan khusus semakin mendesak karena aktivitas angkutan batu bara di jalan umum telah menimbulkan persoalan keselamatan, kemacetan, dan kerusakan jalan.

 

Dalam rilis aksinya, GPS mencatat sedikitnya 120 orang meninggal dalam kecelakaan yang dikaitkan dengan angkutan batu bara sepanjang 2020–2025. Namun, data tersebut belum diverifikasi secara independen.