"Kesalahan seperti ini seharusnya dapat diantisipasi oleh panitia agar tidak menimbulkan kesan adanya pengabaian terhadap tata protokol maupun etika penyelenggaraan acara," kata Iqbal, warga Merangin, Senin (20/7/2026).

 

Parahnya, warga turut menyentil bupati yang berani meninggalkan Wakil Gubernur Jambi pada acara Kenduri Sko pekan lalu di RTH Pasar Bawah demi acara ini. Hanya Sekda Merangin, yang mendampingi Wagub.

 

"Berani tinggalkan Wagub acara kemaren, katanya persiapan MTQH. Tapi kenapa acaranya malah begini? Mana jalan juga macet panjang," ketus Warno, warga Bangko.

 

Sementara terpisah, Herman Effendi mengaku tidak masalah dengan penempatan duduk dibarisan belakang.

 

"Kalau bagi saya pribadi tidak masalah. Kita merakyat, mau duduk dimana saja oke. Tapi penilaian publik berbeda, merasa janggal, tidak hormat atau apalah sah-sah saja," katanya santai.