Transatu.id, SUMENEP - Anggota DPRD Sumenep yang sekaligus sebagai Ketua DPC PDI-P Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur H. Zainal Arifin mengungkapkan bahwa kelangkaan pupuk untuk petani merupakan polemik dalam setiap tahun dimasa musim tanam.
Sehingga sangat diperlukan adanya penanganan khusus tentang hal itu agar polemik tahunan ini tidak terjadi secara berkesinambungan.
Hal itu disampaikan oleh H. Zaiinal saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMCAM) Rubaru yang terlaksana di pendopo Kecamatan Rubaru Kabupaten setempat. Kamis (09/11).
"Polemik kelangkaan pupuk seakan akan menjadi suguhan yang diterima oleh petani dalam setiap tahunnya, sehingga petani kalaupun mendapatkan pupuk itu dengan harga yang sangat mahal, dan kalau tidak dapat mengakibatkan gagalnya pertanian," kata H. Zainal
Anggota komisi II DPRD Sumenep ini memaparkan bahwa alokasi pupuk Urea di Kecamatan Rubaru sekitar 1.672 ton dalam setiap tahun sedangkan pupuk Ponska sekitar 1.546 itu untuk yang bersubsidi.