Gubernur Al Haris menceritakan proses panjang yang membawa proyek ini sampai pada tahap pembangunan. "Pada saat kami baru dilantik tahun lalu saya mengajak langsung Bupati dan perwakilan daerah bertemu Menteri Kesehatan untuk menyampaikan kebutuhan fasilitas kesehatan Kerinci. Alhamdulillah, setelah melalui proses, yang begitu panjang permintaan kami disetujui," kata Gubernur.
Gubernur menjelaskan bahwa meskipun Kerinci merupakan daerah induk, layanan rumah sakit sebelumnya terdampak pemekaran sehingga sebagian fasilitas berada di Kota Sungai Penuh.
Kehadiran RSUD Bukit Tengah diharapkan menutup kekurangan layanan tersebut. "Kita berharap proyek ini berjalan cepat, Juli kita mulai, Desember target selesai bersamaan dengan pengadaan alat kesehatan (alkes)," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Al Haris menyampaikan rencana penguatan sumber daya manusia (SDM). Para dokter dan medis perlu di tingkatkan dan layanan spesialis di RSUD Bukit Tengah. Ia menyebutkan kebutuhan dokter spesialis, layanan hemodialisis (cuci darah), hingga kemampuan operasi jantung dan ginjal yang saat ini sudah mulai tersedia di Jambi. "Kita dorong anak-anak Kerinci yang dokter umum untuk melanjutkan spesialis secara gratis melalui program PPDS yang telah bekerja sama dengan universitas di Jambi dan rumah sakit rujukan," ucap Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris juga menegaskan pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan dalam pelaksanaan proyek. Ia meminta agar pelaksanaan konstruksi dilaksanakan sesuai standar teknis dan waktu, dengan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas dan keselamatan.