Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga tak segan ungkap keluhan daerah penghasil. "DBH migas adalah tulang punggung penerimaan daerah, tapi skema pemotongan saat ini batasi ruang fiskal kami," katanya.
Ia menekankan perlunya penyesuaian proporsional yang pertimbangkan kontribusi riil daerah, plus dampak sosial-ekonomi-lingkungan.
"Target utama adalah peningkatan lifting minyak yang diharapkan mendorong naiknya dana bagi hasil daerah, sehingga bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan belanja public," ucapnya.
Selain itu, Gubernur Al Haris juga desak optimalisasi sumur tua, sumur masyarakat, dan idle field. "Ini sumber daya nyata untuk tingkatkan produksi nasional dan ekonomi daerah. Butuh kebijakan adaptif dan kemitraan sehat Kilang Mini, Kunci Pertumbuhan Ekonomi. Sorotan utama: pengembangan modular refinery atau kilang mini mulut tambang,” ujar Gubernur Al Haris.
"Daerah jangan cuma jadi lokasi eksploitasi, tapi pusat pertumbuhan energi baru," tambahnya.