IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Lagi Ngajar, Guru SMP di Tabir Ulu Diduga Dianiaya

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto ilustrasi

Poto ilustrasi

HUKRIM – Diduga masalah jalan, seorang guru SMP di Tabir Ulu jadi korban penganiayaan, Rabu (12/10/2025) pagi. Tak Terima, korban pun melapor ke polisi.

Informasi yang dirangkum, guru yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah salah satu sekolah menengah pertama itu awalnya mengajar murid-muridnya.

Saat mengajar di kelas IX, pelaku mendatangi korban sekitar pukul 09.50 Wib. Ia memanggil P, dan memintanya keluar.

“Pak Ela kesini,” ungkap keluarga korban pada media ini menceritakan kejadian itu.

P keluar dari kelas dan menemui pelaku. Tak berselang lama, diduga pelaku melakukan penganiayaan. Didepan 24 murid, guru yang menjadi teladan itu ditampar.

“Didepan kelas. Dio nampar duluan, langsung dibekap,” terang keluarga P.

Akibat kejadian itu, para murid dan guru sekolah di Muaro Jernih itu, harus melihat kekerasan dan berupaya melerai pertengkaran termasuk anak korban yang mengajar di sekolah itu.

Tapi ternyata pelaku yang sudah emosi, bukannya menenangkan diri, malah mengambil kayu dan hendak memukul korban berikut sang anak yang melerai.

Korban pun menghindari dan memilih mendatangi Polsek Tabir Ulu, lantas oleh polisi mengarahkan untuk visum.

Korban yang disebut juga menjabat sebagai Guru BK itu datang untuk visum di puskesmas. Namun disana, puskesmas ramai didatangi keluarga pelaku yang disebut hingga 25 orang. Diduga, P mendapatkan intimidasi saat visum itu.

Disinggung penyebab permasalahan ini, konon pelaku dan korban cekcok akibat akses jalan. Pelaku konon melintasi tanah korban, guna mobilisasi alat beratnya.

“Dikasih saran dan runding, beli saja tanah kami untuk jalan. Awalnya mau, oke saya beli. tapi ujung-ujungnya ngak mau,” ungkap keluarga.

Siapa sangka, permasalahan ini berbuntut penganiayaan di sekolah dan dihadapan murid. Tak terima, korban pun melapor ke Polres Merangin.

“Sekarang kami menuju ke polres,” pungkasnya.

Baca Juga :  Polisi Razia 6 Lokasi Penjual Miras di Pamekasan
Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lora MS di Pamekasan Bantah Lakukan Kekerasan Seksual
Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun
Kapolres Merangin Akan Tindak Lanjuti Keluhan Warga Titian Teras Terkait Aktivitas PETI Sungai Masumai
Diduga Rekayasa Surat, Lahan Sengketa Dipanen Oknum Brimob
Warga Titian Teras Berharap Polisi Hentikan Aktivitas PETI Menganggu Ketertiban Teloransi
Pekerja Dompeng Sebut, WAN Peraju Tukang Tarik Setoran Tambang Ilegal Kapuk
Tambang Ilegal Milik Haji Af Bebas Beroperasi Desa Telun dan Kuat Dugaan Mengalir ke Aparat Hukum
MBG di SDN Potoan Daja 1 Disorot, Menu Dinilai Terlalu Pelit Anggaran

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:20 WIB

Lora MS di Pamekasan Bantah Lakukan Kekerasan Seksual

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:23 WIB

Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:52 WIB

Kapolres Merangin Akan Tindak Lanjuti Keluhan Warga Titian Teras Terkait Aktivitas PETI Sungai Masumai

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:02 WIB

Diduga Rekayasa Surat, Lahan Sengketa Dipanen Oknum Brimob

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:40 WIB

Warga Titian Teras Berharap Polisi Hentikan Aktivitas PETI Menganggu Ketertiban Teloransi

Berita Terbaru

Ilustrasi lora MS memberikan klarifikasi suatu perkara di Polres Pamekasan.

Hukum dan Kriminal

Lora MS di Pamekasan Bantah Lakukan Kekerasan Seksual

Kamis, 5 Mar 2026 - 08:20 WIB

Massa geruduk polres Sarolangun

Hukum dan Kriminal

Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun

Rabu, 4 Mar 2026 - 17:23 WIB