IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Belum Sepekan Dua Kasus Pembunuhan Brutal Terjadi di Pamekasan, Polisi Diminta Siaga di Titik Rawan

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Pamekasan, Transatu.id – Kabupaten Pamekasan diguncang dua kasus pembunuhan mengerikan yang terjadi dalam waktu kurang dari sepekan, Minggu (9/11/2025).

Rentetan peristiwa ini menimbulkan keresahan luas di kalangan masyarakat dan mendorong desakan agar aparat kepolisian segera bertindak tegas.

Kasus pertama terjadi pada Kamis (6/11/2025) di Desa Lesong, di mana seorang pria ditemukan tewas secara mengenaskan di area penambangan batu bata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi lapangan, korban dibacok lalu dibakar hidup-hidup oleh pelaku yang hingga kini belum teridentifikasi.

Sebelum dibakar, korban mengalami luka bacok di bagian punggung, leher, tangan, dan perut. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar.

Baca Juga :  Surya Jaya Diduga Milik Warga Kecamatan Larangan Kian Meluas, Integritas Aparat Dipertanyakan

Kejadian ini bahkan sempat terekam dalam video berdurasi beberapa detik yang kini viral di media sosial, memperlihatkan suasana mencekam di lokasi kejadian.

Beberapa jam setelah insiden tersebut viral, warga menemukan sebuah mobil dengan nomor polisi M 1798 NR di dekat lokasi yang diduga terkait dengan korban.

Belum tuntas kasus Lesong, Pamekasan kembali digemparkan oleh penemuan mayat pemuda di depan Masjid Agung Asyuhada, Minggu dini hari (9/11/2025).

Korban ditemukan tergeletak sekitar pukul 03.30 WIB, diduga akibat tawuran antar kelompok pemuda.

Salah satu relawan Chandra Kirana membenarkan bahwa terdapat tiga korban dalam kejadian tersebut.

Baca Juga :  Ngeri! Sejumlah Siswa SDN Pasanggar 1 Pegantenan Diduga Keracunan Usai Santap MBG dari SPPG Yayasan Al-Bukhari Murtajih

“Satu korban meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Smart Pamekasan,” ungkapnya.

Dua kejadian tragis ini menjadi perhatian publik karena terjadi dalam waktu berdekatan, menandakan meningkatnya eskalasi kekerasan di wilayah Pamekasan.

Aktivis Lembaga Pemuda Penggerak Perubahan (LP3), Riyan Effendi, menilai maraknya aksi brutal dalam waktu singkat harus menjadi peringatan serius bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

“Belum sepekan, dua nyawa melayang dengan cara keji di Pamekasan. Ini bukan hanya soal kriminal, tapi soal keamanan publik yang perlu segera ditangani secara sistematis,” tegas Riyan Effendi, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga :  Ayah Rudapaksa Anak Tiri Selama 5 Tahun, Terbongkar Usai Korban Cerita Kepada Tetangganya

Ia juga mendesak kepolisian agar tidak hanya fokus pada pengungkapan pelaku, tetapi juga melakukan patroli preventif dan pembinaan sosial di kalangan pemuda, mengingat beberapa kasus kekerasan dipicu oleh konflik kecil yang berujung fatal.

“Kami berharap Kapolres Pamekasan turun langsung mengawal kasus ini. Masyarakat butuh rasa aman, bukan hanya janji penyelidikan, kami dukung langkah kepolisian dalam meningkatkan keamanan” tambahnya.

Sementara pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus pembunuhan di depan masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan.

Informasi resmi terkait identitas korban dan pelaku masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Merangin Akan Tindak Lanjuti Keluhan Warga Titian Teras Terkait Aktivitas PETI Sungai Masumai
Diduga Rekayasa Surat, Lahan Sengketa Dipanen Oknum Brimob
Warga Titian Teras Berharap Polisi Hentikan Aktivitas PETI Menganggu Ketertiban Teloransi
Pekerja Dompeng Sebut, WAN Peraju Tukang Tarik Setoran Tambang Ilegal Kapuk
Tambang Ilegal Milik Haji Af Bebas Beroperasi Desa Telun dan Kuat Dugaan Mengalir ke Aparat Hukum
MBG di SDN Potoan Daja 1 Disorot, Menu Dinilai Terlalu Pelit Anggaran
Warga Rantau Panjang Tabir Mulai Resah Pekerja Dompeng Dikejar dan Gertak Dengan Tembakan
Sat Resnarkoba Polres Sarolangun Limpahkan Dua Tersangka Narkotika ke JPU, Kasat Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:52 WIB

Kapolres Merangin Akan Tindak Lanjuti Keluhan Warga Titian Teras Terkait Aktivitas PETI Sungai Masumai

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:02 WIB

Diduga Rekayasa Surat, Lahan Sengketa Dipanen Oknum Brimob

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:40 WIB

Warga Titian Teras Berharap Polisi Hentikan Aktivitas PETI Menganggu Ketertiban Teloransi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:13 WIB

Pekerja Dompeng Sebut, WAN Peraju Tukang Tarik Setoran Tambang Ilegal Kapuk

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:26 WIB

Tambang Ilegal Milik Haji Af Bebas Beroperasi Desa Telun dan Kuat Dugaan Mengalir ke Aparat Hukum

Berita Terbaru