Dalam peninjauan tersebut, Sukriyanto mengecek sejumlah aspek krusial, mulai dari penyimpanan bahan baku, kebersihan alat masak, hingga sistem sanitasi dan pengelolaan limbah dapur. Ia menegaskan bahwa dapur MBG harus memenuhi standar ketat karena menyangkut kesehatan ribuan penerima manfaat.
“Program ini tidak boleh hanya mengejar kuantitas. Kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat secara langsung,” tegasnya.
Di sisi lain, dapur yang dikelola yayasan tersebut diketahui memproduksi sekitar 3.600 porsi makanan setiap hari untuk warga di Desa Pademawu Timur dan Desa Tanjung. Operasionalnya melibatkan puluhan tenaga kerja lokal, yang sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







