Pamekasan, Transatu - Peringatan tahun baru Islam 1447 H dan pawai budaya pesisir petik laut beranta pasisir digelar selama 4 hari. Acara tersebut rutin digelar setiap tahunnya. Minggu, 13/07/2025. Pada tahun ini petik laut yang bertema " Merawat Tradisi Lestari Bahari" Peringatan tahun baru Islam 1447 H dan pawai budaya pesisir petik laut Branta pasisir itu digelar di dermaga Pelabuhan Branta Pasisir. Minggu (113/07/2025). Sultan Ali sakbana ketua pelaksana petik laut mengatakan, acara pada tahun ini adalah acara rutin sebetulnya yang setiap tahun dilaksanakan oleh pengurus ranting Nahdlatul ulama bersama dengan semua ranting ada muslimat dan sebagainya. Hanya untuk tahun ini masyarakat nelayan ingin berkolaborasi dengan NU dan masyarakat nelayan sangat rindu sekali adanya petik laut atau pawai budaya pesisir ini sehingga dari NU mengakomodir keinginan masyarakat itu. "Dan pada tahun lalu biasanya dilaksanakan hanya santunan anak yatim tahun ini tidak hanya santunan anak yatim akan tetapi kita juga memasukkan keperluan masyarakat atau keinginan masyarakat seperti acara tahunan."ungkapnya. Sultan menjelasan, bahwa acara ini dimulai pertama hari kamis malam Jumat itu adalah acara pembukaan majelis sholawat atau nama kegiatannya adalah nelayan bersholawat kemudian malam Sabtu adalah santunan anak yatim. "Kita tahun ini menyantuni anak yatim sebanyak 65 orang dengan nominal santunan masing-masing satu juta per orang juga mendapatkan beras 3 kg juga ada keperluan sekolah.,"jelasnya. Kemudian nanti malam Minggu adalah pawai Sound yang akan digelar oleh para nelayan, kemudian hari ini adalah acara puncak, pawai budaya pesisir atau menilang dimulai dari jam 8 sampai selesai. Dengan merawat tradisi ini dimaksudkan kami ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa laut yang selama ini menjadi tempat mencari nafkah. "kita agar supaya dirawat mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran ekologi terhadap alam semesta kegiatannya ini adalah peringatan tahun baru Islam dan pawai budaya pesisir di laut beranta pesisir ,"Ujarnya. "harapan terakhir adalah kami berharap agar momen saat ini betul-betul bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang pertama ini adalah sebagai ajang silaturahmi agar nelayan branta pesisir kompak," "kemudian yang kedua momen ini kami harapkan sebagai hiburan rakyat agar melayani tidak hanya kerja-kerja terus akan tetapi adanya momen ini menjadi hiburan menjadi refreshing kepada masyarakat," "yang ketiga kami ingin mengajak semua masyarakat transaksi agar ikut peduli terhadap kondisi sosial yang ada seperti contohnya anak yatim itu sendiri dan yang terakhir harapannya adalah agar masyarakat memiliki kesadaran ekologi kesadaran terhadap alam agar nilai yang bisa merawat agar terjangkau panjang ,"tutupnya.