Hemat Anggaran, Menu MBG Balita ala Dapur SPPG Al-Hasani Potoan Daja Dinilai Terlalu Sederhana
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Pamekasan, Transatu – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Dapur SPPG Al-Hasani Bungur Potoan Daja, menuai sorotan. Menu yang diberikan kepada balita dinilai terlalu sederhana dan tidak sebanding dengan anggaran yang seharusnya dialokasikan.
Dalam penyaluran hari ini, balita menerima satu porsi nasi, sepotong tahu, potongan kecil daging ayam, serta satu buah kelengkeng. Komposisi tersebut dinilai jauh dari kata ideal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia dini.
Sejumlah pihak mempertanyakan kualitas menu yang disajikan. Pasalnya, program MBG yang digagas pemerintah seharusnya menghadirkan makanan dengan kandungan gizi seimbang, bukan sekadar menu ala kadarnya.
“Kalau hanya seperti ini, patut dipertanyakan. Ini program bergizi, tapi menunya sangat minim, bahkan terkesan tidak layak jika dikaitkan dengan anggaran,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan juga mengarah pada transparansi pengelolaan anggaran dapur. Masyarakat menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pihak pengelola, agar program MBG benar-benar tepat sasaran dan tidak sekadar formalitas.
Selain itu, para pemerhati sosial menilai bahwa balita sebagai penerima manfaat seharusnya mendapatkan asupan yang lebih lengkap, seperti tambahan protein, sayur, dan buah dalam porsi yang memadai.
Hingga berita ini ditulis, pihak Dapur SPPG Al-Hasani belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang berkembang di masyarakat.
Program MBG sendiri bertujuan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak. Namun jika pelaksanaannya tidak sesuai standar, dikhawatirkan tujuan tersebut sulit tercapai.