Bahkan ia menyebut ketidaknyamanan ini juga dirasakan siswa.

“Niser ka siswa, Mun pas diem kabeh wali murid, pas kun ekalakk kenyamanan maso PJ-nya jiya, (Kasihan ke siswa, kalau semua wali murid diam, malah seenaknya PJnya itu)” imbuhnya bernada kesal.

Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh atas kualitas dan kuantitas penyajian makanan. Transparansi anggaran juga menjadi sorotan utama publik, mengingat program ini menggunakan dana yang tidak kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara dan instansi terkait belum bisa diklarifikasi mengenai kondisi menu yang menjadi sorotan publik tersebut.