Ifan juga mengklaim bahwa pihaknya belum menerima keluhan resmi dari sekolah binaan.
Padahal, program MBG ini menggunakan anggaran negara yang nilainya tidak sedikit. Publik menilai seharusnya dapur penyedia bertanggung jawab penuh memastikan setiap makanan memenuhi standar gizi dan estetika penyajian agar anak tertarik makan.
Minimnya transparansi dan sikap tertutup terhadap kritik membuat publik semakin mempertanyakan profesionalitas pengelola dapur.
Program yang awalnya diharapkan menjadi solusi peningkatan gizi anak, justru dinilai tidak memberikan dampak optimal karena pelaksanaan di lapangan tidak sesuai harapan.
Jika tidak ada pengawasan ketat dan perbaikan serius, program MBG dikhawatirkan hanya menjadi formalitas yang menghabiskan anggaran tanpa hasil berarti bagi tumbuh kembang anak.