Dia berharap semangat yang telah dinyalakan oleh sang maestro dapat terus diteruskan oleh generasi muda, khususnya para perempuan. Semangat untuk berani bermimpi, berani berkarya, berani mengambil peran, dan berani menjadi bagian dari perubahan. Sebab, ketika perempuan diberikan ruang untuk tumbuh dan berkarya dalam seni dan budaya, sesungguhnya kita sedang membuka jalan bagi lahirnya generasi pendidik dan pelestari budaya yang lebih kuat.

“Harapan kami terhadap kegiatan ini adalah agar hasil yang telah diproduksi tidak berhenti sebagai luaran program semata. 

 

Film dokumenter, video pertunjukan, serta buku dan video tutorial yang dihasilkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan ini selesai. Kami berharap materi tersebut dapat digunakan oleh komunitas seni, sanggar tari, lembaga pendidikan, peneliti, mahasiswa, guru, seniman, maupun masyarakat umum sebagai media untuk mengenal dan mempelajari tari tradisi,”kata Redho.

 

Dirimya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses kegiatan ini, baik dalam bentuk gagasan, tenaga, waktu, pikiran, maupun dukungan lainnya. Terutama kepada Ibu Ayu Manit yang telah membuka ruang bagi kami untuk mengenal, merekam, dan belajar dari perjalanan serta karya beliau.

 

“Terima kasih juga kepada seluruh tim produksi, para penari, seniman, narasumber, komunitas, serta pihak-pihak yang telah terlibat dalam setiap tahapan kegiatan sejak proses persiapan, produksi, hingga penyelesaian seluruh luaran program,”ujarnya.