Kasus ini semestinya menjadi pelajaran bersama: anak-anak tidak hanya membutuhkan lomba yang meriah, tetapi juga ruang yang adil. Mereka tidak butuh sekadar piala, melainkan juga teladan. Dan teladan terbaik dari orang dewasa adalah keberanian untuk berkata, “kami salah,” lalu memperbaikinya.