Praktik tersebut diduga berlangsung dari hulu hingga hilir, sementara hasil tambang tidak seluruhnya diperdagangkan di dalam negeri.
"Jadi kegiatan penambangan ilegal itu dari mulai hulu sampai hilir patut diduga penjualannya atau trading-nya tidak dilaksanakan atau dilakukan di dalam negeri, akan tetapi banyak yang diselundupkan terutama oleh para penyelundup itu ke Dubai," ujar Irhamni.
Bareskrim masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut. Polisi juga menduga masih ada pelaku lain yang berada di kawasan Jakarta Utara. "Memang masih banyak yang berkeliaran di wilayah seputaran sini, di daerah Sunter, akan tetapi yang kita amankan berhasil dua orang," kata Irhamni.

