Karena itu, tidak ada sesuatu yang terasa luar biasa ketika Jordan datang sehari sebelum keberangkatannya.

Justru kesederhanaan pertemuan tersebut yang kini menetap dalam ingatan.

“Ketika seseorang yang kita kenal hilang, momen yang tadinya biasa berubah,” kata Wempy.

 

“Kita mulai mengingat percakapan, ekspresi wajah, hal-hal kecil yang sebelumnya tidak kita pikirkan. Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan kembali mengingat hari itu sedetail ini.”

 

Tidak ada yang mereka ketahui saat itu yang membuat pertemuan tersebut layak diperlakukan sebagai sebuah perpisahan.

Jordan hanya seorang sahabat yang datang berkunjung sebelum melakukan perjalanan.

Ia berbicara tentang Peru, tentang petualangan, tentang apa yang berada di depan, kemudian ia pergi, antara Amerika Selatan dan Australia Kini ada dua tempat yang mengapit cerita Jordan.