Yoni mengatakan perkara tersebut kini masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Pamekasan.
“Tim Satreskrim Polres Pamekasan sedang melakukan proses penyelidikan intensif untuk menindaklanjuti perkara tersebut secara tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Pasca kejadian, Siti mengaku masih mengalami trauma dan belum merasa aman. Ia juga menyebut kedua anaknya masih ketakutan setelah melihat dan mendengar kejadian tersebut.
“Anak-anak sampai sekarang masih takut dan tidak mau sekolah. Mereka trauma karena melihat ibunya diancam menggunakan celurit. Mereka juga mendengar rumah kami diancam mau dibakar,” tuturnya.
Siti berharap aparat kepolisian dapat mengusut laporan tersebut secara menyeluruh dan mengambil tindakan sesuai hasil penyelidikan serta alat bukti yang ditemukan.