Gonjang-Ganjing Internal NasDem: Penonaktifan Sahroni dan Nafa Urbach Dinilai Upaya Jaga Marwah Partai

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Transatu – Keputusan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI Fraksi NasDem sejak 1 September 2025 menuai sorotan luas.

Langkah tegas ini dinilai sebagai sinyal kuat Paloh untuk menjaga marwah partai di tengah gelombang kritik publik terhadap perilaku elit politik.

Dalam siaran pers resmi yang ditandatangani Surya Paloh bersama Sekjen NasDem, Hermawi F. Taslim, disebutkan bahwa penonaktifan dilakukan lantaran pernyataan dan sikap kedua kader tersebut dianggap menyinggung perasaan rakyat dan menyimpang dari garis perjuangan partai.

“NasDem tidak bisa mentoleransi sikap yang mencederai hati rakyat. Aspirasi masyarakat adalah kompas utama perjuangan partai,” tegas Paloh.

Keputusan ini muncul di tengah memanasnya tensi politik nasional, di mana sejumlah aksi demonstrasi menuntut transparansi dan pemangkasan tunjangan anggota DPR berlangsung hampir sepekan terakhir. Ahmad Sahroni sendiri menjadi sorotan karena rumahnya ikut digeruduk massa.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan di Palengaan, Kopka Mukhlisin Amankan Proses Perbaikan

Meski dinonaktifkan, Sahroni berusaha meredam kritik dengan menyatakan dukungan penuh atas evaluasi total terhadap tunjangan DPR. Ia bahkan berjanji seluruh gaji dan tunjangannya akan disalurkan kembali ke masyarakat.
“Saya setuju evaluasi menyeluruh. Dari dulu gaji dan tunjangan saya selalu kembali ke masyarakat. Itu kewajiban,” ujarnya.

Sementara itu, penonaktifan Nafa Urbach menambah kejutan politik mengingat dirinya baru saja aktif di kancah politik nasional. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa partai tak segan menindak siapapun yang dianggap melenceng dari visi NasDem.

Baca Juga :  Lantik Kades PAW Desa Artodung, Begini Pesan Bupati Pamekasan

Pengamat politik menilai, keputusan mendadak ini adalah strategi Paloh untuk meredam citra negatif partai di mata publik. “NasDem sedang berupaya mengambil alih kendali narasi, agar tidak dianggap lembek terhadap kader yang bermasalah,” ujar salah satu analis politik di Jakarta.

Dengan dinamika ini, publik kini menantikan apakah langkah tegas NasDem akan diikuti partai lain, atau justru menimbulkan perpecahan baru di internal partai.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal Tembus Duit Haram Nyaris Rp 1.000 Triliun dari Emas Ilegal, ESDM Turun Tangan
RDP Berlanjut ke Lapangan, DPRD Tebo Temukan Pelanggaran di Dua Lokasi
Salut dan Bangga, Bupati M. Syukur Wisudakan 150 Lansia Tangguh S1 dan S2 di Pamenang Barat
PETI Pangkalan Jambu Retakan Asrama Putri Pesantren Tahfiz Al Karim
Bupati M. Syukur Usulkan Pemberdayaan 15 Tumenggung SAD Melalui Budidaya Ikan di Dam Betuk
Putusan MK: Wartawan Tak Dapat Langsung Dituntut Pidana karena Kerja Jurnalistiknya
KUHAP baru berlaku, atur restorative justice hingga rekaman CCTV
Bulog Siap Beli Rp 6.400 Perkilogram, Wabup A. Khafidh dan Kapolres Panen Jagung di Rantau Alai

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 03:02 WIB

Tambang Ilegal Tembus Duit Haram Nyaris Rp 1.000 Triliun dari Emas Ilegal, ESDM Turun Tangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:58 WIB

RDP Berlanjut ke Lapangan, DPRD Tebo Temukan Pelanggaran di Dua Lokasi

Selasa, 27 Januari 2026 - 03:50 WIB

Salut dan Bangga, Bupati M. Syukur Wisudakan 150 Lansia Tangguh S1 dan S2 di Pamenang Barat

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:48 WIB

PETI Pangkalan Jambu Retakan Asrama Putri Pesantren Tahfiz Al Karim

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:18 WIB

Bupati M. Syukur Usulkan Pemberdayaan 15 Tumenggung SAD Melalui Budidaya Ikan di Dam Betuk

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page