Benih ikan nila dalam kegiatan tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam. Sementara 360 bibit pohon didukung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batanghari.

 

Seluruh bantuan tersebut telah melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium karantina serta dinyatakan bebas dari hama dan penyakit ikan maupun tumbuhan sehingga dapat dikembangkan di kawasan tersebut.

 

Shahandra mengatakan, konsep Kampung Pangan Terpadu menggabungkan berbagai unsur dalam satu kawasan, mulai dari tanaman, ikan, ternak, lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat.

 

“Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang produksi sekaligus edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat dan generasi muda,” katanya.

 

Pengembangan kacang koro menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan komoditas pangan lokal.