Ia memberi contoh lokal, seperti keberadaan Akademi Al-Qur'an setempat, yang menjadi bagian dari kekayaan pendidikan lokal di Bungo dan dapat diintegrasikan menjadi sumber belajar di aplikasi.

Wamen Dikdasmen mengimbau kepada guru agar segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan, terutama bila sekolah menerima bantuan papan interaktif digital.

 

 "Saya sering menyarankan kepada guru ketika sekolahnya mendapatkan bantuan papan interaktif digital untuk segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran yang berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan. Itu wajib, karena semua materi ajar ada di sana," pungkas Wamen.

 

Pada sesi wawancara Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, mengapresiasi peluncuran Aplikasi "Bungo Pintar" sebagai inovasi pembelajaran digital yang membantu pemerataan akses materi ajar berkualitas di Kabupaten Bungo.


"Pemerintah sangat mengapresiasi ini. Inovasi ini sejalan dengan komitmen kami memperkuat transformasi pembelajaran digital," ujar Wamen.

 

Menurutnya, kehadiran sumber ajar alternatif dari daerah seperti Bungo Pintar akan memperkaya guru dan siswa dengan bahan ajar yang lebih variatif dan kontekstual. Salah satu muatan lokal yang disorot adalah "Akademi Al-Qur'an" yang digagas Bupati Bungo.