Bupati M. Syukur mengungkapkan rasa bangganya karena pembangunan infrastruktur awal—mulai dari pembukaan jalan baru hingga penataan lahan (staking)—murni bersumber dari iuran sukarela masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Sungai Manau, Pangkalan Jambu, dan Renah Pembarap.
"Ini adalah MTQ pertama yang saya persiapkan secara penuh sejak menjabat sebagai bupati. Walaupun awalnya banyak yang meragukan kesiapan lokasi ini, berkat kegigihan masyarakat yang dimotori oleh tokoh kita, Pak Haji Maknur, semua keraguan itu terpatahkan. Ini sangat luar biasa," puji Bupati M. Syukur.
Mengingat acara tinggal menghitung hari, Bupati M. Syukur memberikan instruksi tegas agar seluruh fasilitas penunjang seperti panggung utama, dekorasi, kelayakan pemondokan kafilah, hingga ketersediaan air bersih dari PDAM harus rampung total pada Kamis mendatang.
Bupati M. Syukur tidak ingin mendengar laporan formalitas belaka tanpa adanya bukti di lapangan. Beliau juga meminta Dinas Perhubungan bersiap ekstra mengantisipasi membeludaknya kendaraan, mengingat jumlah peserta saja sudah menembus angka 500 orang lebih, belum termasuk ribuan masyarakat yang antusias ingin menyaksikan rangkaian acara.
Sebagai persiapan batin, Bupati meminta seluruh Camat dan Kepala Desa dari Sungai Manau, Pangkalan Jambu, dan Renah Pembarap untuk mengundang para tetua adat serta tokoh masyarakat untuk menggelar doa bersama pada Kamis malam (malam Jumat).