Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daerah, dengan target rampung pada periode anggaran 2025 hingga 2027.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengubah pandangan negatif yang menganggap pesantren sebagai tempat penampungan anak nakal. Menurutnya, tidak ada anak yang nakal, melainkan hanya terjadi sumbatan komunikasi antara orang tua dan anak.

 

"Pesantren adalah tempat terbaik untuk menanamkan pondasi agama dan Al-Qur'an. Ini modal penting agar anak memiliki arah hidup yang benar, apa pun profesi mereka di masa depan, baik menjadi TNI, Polri, kepala daerah, maupun kiai," tegasnya.

 

Kendati pertumbuhan pesantren di wilayah Jambi cukup pesat, M. Syukur memberikan catatan kritis. Ia menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi daerahnya, terutama tingginya angka peredaran narkoba dan penyakit masyarakat lainnya.

 

Diakhir sambutannya, Bupati mengingatkan warga untuk bijak bermedia sosial, mengingat hampir 80 persen masyarakat Jambi aktif menggunakan platform Facebook dan TikTok. Beliau meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hoaks atau video editan.