Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi jembatan edukasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan keterlibatan mahasiswa, sosialisasi bahaya karhutla bisa lebih luas dan lebih mudah diterima masyarakat.
"Mahasiswa ini banyak yang KKN ke desa-desa. Mereka bisa sosialisasi kepada masyarakat. Paling tidak di kampung halamannya, mereka mengerti arti penting mencegah kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.
Al Haris berharap kegiatan ini melahirkan kesadaran bersama bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, TNI, Polri, atau satgas, tetapi tanggung jawab semua pihak.
"Kita lebih memilih mencegah daripada bertindak ketika api sudah terjadi. Dengan sosialisasi yang masif dan keterlibatan mahasiswa, kita percaya pola mitigasi dan pencegahan di masyarakat akan semakin kuat," pungkasnya.
