BANGKO — Pasca pelantikan 237 Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat TK, SD dan SMP di Kabupaten Merangin pada Sabtu (06/6), sejumlah Kepsek menuding keputusan tersebut tidak manusiawi, karena ada yang ‘terpelanting’ ke daerah pelosok.

Menanggapi protes yang marak di media sosial tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin Misrinadi, kembali angkat bicara terkait hal tersebut.

 

Mantan Kepala SMA Negeri 1 Merangin ini menegaskan, penempatan tersebut dilakukan sesuai dengan pendataan dalam SIM KSPSTK (Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan) sekaligus langkah untuk menyelamatkan kualitas pendidikan di daerah pelosok.

Misrinadi mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait mutu pendidikan di sejumlah sekolah di daerah pelosok Kabupaten Merangin, yang selama ini luput dari pengelolaan maksimal akibat kekosongan pimpinan.

 

"Kita justru ingin membantu mutu pendidikan sekolah-sekolah di ujung Merangin, yang kondisinya sangat memprihatinkan. Ada beberapa sekolah yang kami tempatkan Kepsek baru di sana, karena sudah lebih dari 12 tahun tidak memiliki kepala sekolah definitif," terang Misrinadi, Selasa (09/6).

 

Menurutnya, sekolah yang belum punya kepsek definitif selama lebih dari satu decade itu, membuat satuan pendidikan di wilayah tersebut tidak mampu berkembang dan terkelola dengan baik. Kehadiran kepsek baru ini diharapkan akan sangat membantu.